Xena.
Jelaslah bahwa kata2 diatas mengandung arti yang menganjurkan kepada kita kalo ada suatu masalah seharusnya kita ngga’ mempersulit masalah tersebut.
Diantara kita mungkin pernah menjumpai orang dekat atow, orang yang tadinya tidak kita kenal, atow siapapun yang sedang mengalami kekacauan karena ngga’ siap dengan kegagalan yang tentunya tidak kita inginkan. Siapa sih yang ingin gagal? Setidaknya kegagalan menjadikan jiwa kita tegar dengan konsekwensi atas semua perbuatan kita. Filosofinya, jika kita gagal maka kita harus melihat bahwa ngga’ sedikit orang yang lebih gagal dari kita.
Paling tidak kegagalan menjadikan cara berfikir kita akan berlipat ganda, kita udah sering mengalami kegagalan, bukannya kita malah kaget atow shock dengan hadirnya seribu kegagalan dalam diri kita karena kurang sempurnanya manusia.Seharusnya kegagalan menjadikan kita lebih sabar dan lebih berhati2 dalam melakukan apapun yang menjadi mimpi besar kita.
Betapa childish nya kita, tatkala kegagalan menjadikan tujuan hidup kita berubah. Betapa chicken nya kita, ketika kegagalan menggerogoti keyakinan kita.
Ngga’ seharusnya kita selalu menggunakan hanya kemampuan lahiriah yang sering kita bangga2kan, untuk bangkit dari kegagalan, karena sebenarnya kita lupa Siapa yang telah memberi kita kemampuan. Yang kita tahu hanya Tuhanlah yang memberikan kita kemampuan dan kesempatan untuk mengoreksi kegagalan kita. Yang kita tahu hanya karena Dia kita bisa seperti ini. Kenapa kita harus menunggu esok yang belum pasti untuk berbuat lebih baik untuk mengurangi kegagalan?
Seperti red rose, bunga yang begitu indah, simbol romantisme, selalu ditumbuhi duri. Setiap jalan ada tikungan. Setiap sungai ada kuala. Setiap keberhasilan ada kegagalan. Maha Bijaksana Tuhan telah mengkaruniakan segala hal berpasang2an, meski sesekali buruk, hal yang baik dan menyenangkan juga kerap kita rasakan.
Sebelum kita menjadi berhasil, no matter kita harus rela menjadi siap dengan hal2 buruk, no matter kita menjadi tolol dulu sebelum kita menjadi pintar saat ini, no matter kita harus menjadi the looser sebelum akhirnya kita menjadi the winner kini.



Post a Comment