
Akibat kemarau panjang yang terjadi tahun ini betul-betul membawa petaka bagi warga masyarakat. Selain kabut asap yang menyaput kota Pulang Pisau terutama pada pagi hari, kejadian kebakaran hutan dan lahan yang setiap hari terjadi juga membawa petaka bagi sejumlah warga termasuk warga UPT Anjir Pulang Pisau yang menanami lahan usaha I milik mereka dengan tanaman keras yaitu tanaman karet.
Dari 380 KK yang ada di UPT Anjir Pulang Pisau, semua lahan yang ditanami karet pada lahan usaha satu ludes terbakar, sehingga harapan mereka untuk memperoleh hasil dari kebun karet nampaknya hanya mimpi belaka. Padahal kebun karet warga sebagian sudah berumur empat tahun lebih.
”Kami sudah putus asa pak, kebun yang diharapkan menjadi sumber penghasilan kami akhirnya terbakar,” ucap seorang warga lirih.
Sejumlah warga berharap agar Pemerintah memperhatikan nasib kehidupan mereka ke depan. Walaupun kebun karet mereka terbakar mereka tetap bertekad untuk menanam kembali dan memohon kepada pemerintah agar kembali memberikan bantuan bibit karet kepada mereka. Warga UPT juga sadar dan menjadikan kejadian kebakaran kebun karet mereka adalah pelajaran berharga untuk melakukan pemeliharaan lahan lebih baik lagi terutama kebersihan lokasi lahan dari gulma yang kerap mengundang datangnya api.
Keterangan yang dihimpun SK menurutkan, bahwa apabila tanaman karet terkena api maka berpotensi untuk mati, dan kalaupun hidup lateksnya sudah berkurang, artinya produktivitas kebun karet menjadi rendah. Walaupun sejumlah pihak menyarankan agar pohon karet tersebut di pangkas di bawah sehingga nanti akan tumbuh lagi namun hitungannya tetap sama dengan menanam ulang....
Cuplikan berita diatas wajar jika menyentuh kita, usaha sudah kita lakukan, namun alam berkehendak lain...
Sumber:
http://www.pulangpisaukab.go.id/index.php/en/component/content/article/14-masyarakat/75-kabun-karet-warga-upt-anjir-ludes-terbakar.



Post a Comment